Rabu 11 Rabi'uts Tsani 1440 - 19 Desember 2018
Indonesian

Seorang Anak Melakukan Onani Setiap Hari, Apa Yang Harus Seorang Ibu Lakukan ?

Pertanyaan

Anak laki-laki saya satu-satunya sering melakukan onani dan berterus terang kepada saya tentang kebiasaannya tersebut. Saya sudah memperingatkan bahwa hal tersebut adalah hukumnya haram, saya juga pernah melarangnya bahkan memukulnya namun seakan tidak jera juga. Saya capek terus-menerus mengawasinya, apa yang harus saya lakukan ?

Teks Jawaban

Alhamdulillah

Terkadang banyak keluarga yang mengalami beban mental dan bertanggung jawab tentang anak-anaknya yang melakukan maksiat; hal itu disebabkan karena kurangnya pengarahan tentang ketaatan (kepada Allah) dan banyaknya sarana bermaksiat.

Kami tidak mengetahui tentang kejadian sesungguhnya, kecuali kemungkinannya bahwa keadaan di sekitar anak tersebut yang menjadikannya melakukan maksiat tersebut. Ia anak semata wayang, yang pada umumnya menjadi anak manja. Kemanjaan itulah yang menjadi jalan baginya untuk melakukan maksiat, terapi masalah ini ada beberapa hal:

1.Mengurangi untuk memanjakannya secara berlebihan, yang akan menjadikan seorang anak laki-laki kehilangan perasaannya sebagai seorang laki-laki yang perkasa, dan berusaha untuk memunculkannya dengan cara melakukan onani atau dengan merokok.

2.Tidak menyediakan sarana yang menyebabkannya melakukan maksiat, khususnya yang biasa ia lakukan yang akan menyebabkan kematian hati, seperti kaset-kaset nyanyian atau situs-situs internet yang mudah diakses.

3.Berupaya menjauhkannya untuk tidur sendirian atau menutup pintu kamar ketika tidur; karena menyendiri adalah peluang besar dan memotivasinya untuk melakukan maksiat tersebut.

4.Menghubungkan anak tersebut dengan masjid dan dengan halaqah ilmu, dan persahabatan yang sehat, hal inilah yang akan membantu seorang hamba untuk kebaikan hatinya dan kuatnya keimanannya.

5.Menyediakan perpustakaan Islami yang bermanfaat, baik digital maupun maupun manual yang akan menumbuhkan cinta beribadah, dan mengajarinya akhlak yang baik, dan yang akan menjauhkannya dari maksiat.

6.Terus dimotivasi agar senang membaca, khususnya buku-buku yang berkaitan dengan biografi para ulama dan para pahlawan jihad, dengan begitu semoga ia akan berperilaku seperti akhlak mereka dan mengikuti jejak mereka. Lebih diutamakan lagi untuk terus dimotivasi agar meringkas apa yang sudah dibaca, didengar dan disaksikannya, dan diberi mukafaah (hadiah) yang sesuai dengan tingkat semangatnya.

7.Terus dimotivasi untuk menghafal al Qur’an, puasa, yang tidak diragukan lagi kedua ibadah tersebut akan menghidupkan hati.

8.Berusaha agar ia mampu mengatur waktunya, siang hari untuk aktifitas dan malam hari untuk tidur. Karena begadang justru akan memikirkan untuk melakukan maksiat tersebut.

9.Menjelaskan hukum syari’at tentang onani tersebut, dan pengaruhnya kepada kesehatan akal, hati dan anggota tubuh yang lain.

10.Jangan sampai anda mencela, memukul dan menyudutkannya. Mencela, memukul, menyudutkan bukanlah solusi agar ia meninggalkan maksiat, namun dengan sesuatu yang lebih baik dan dengan arahan yang baik.

Allah adalah pemberi taufiq.

Refrensi: Soal Jawab Tentang Islam

Kirim Catatan