Selasa 3 Rabi'uts Tsani 1440 - 11 Desember 2018
Indonesian

Siapa Itu Wahabi Dan Apa Dakwahnya?

Pertanyaan

Saya baru masuk Islam, banyak orang memberitahu kepadaku agar menjauhi wahabi, siapakah mereka ? dan apa dakwahnya?

Teks Jawaban

Alhamdulillah

Seharusnya bagi orang muslim adalah mengikuti Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, dan manhaj salafus soleh yang mengikuti petunjuk Nabi ridwanallah alaihim ajmain. Mereka dinamakan ahlus sunah wal jamaah. Dari kalangan para shahabat dan orang yang mengikutinya. Dan semua orang yang mengikuti jalan yang dibawa oleh Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam, maka dia termasuk bagiannya. Nabi sallallahu alaihi wa sallam sesungguhnya beliau membawa tauhid, dan menghilangkan kesyirikan. Berdakwah untuk beribadah kepada Allah saja tanpa lainnya. Sementara perkataan wahabi, disematkan oleh kebanyakan orang kepada dakwah Syekh Imam Muhammad bin Abdul Wahab bin Sulaiman At-Tamimy Al-Hanbali rahimahullah. Dakwahnya adalah menyebarkan dakwah tauhid yang murni, berhati-hati dari kesyirikan dengan segala macamnya. Seperti bergantung dengan mayit, pohon, bebatuan dan semisalnya. Beliau rahimahullah dalam akidahnya sesuai dengan mazhab salafus soleh dan para tabiin. Yang menunjukkan hal itu adalah dalam kitab dan fatwanya. Dan kitab pengikutnya dari anak-anaknya dan cucunya serta lainnya. Telah dicetak dan disebar luaskan di kalangan manusia. Dakwahnya sesuai dengan Kitabullah dan Sunah Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam. Wahabi bukan toriqah atau mazhab. Akan tetapi dakwah untuk tauhid. Memperbaharui dari syiar agama yang telah hilang. Seharusnya yang anda lakukan wahai penanya berhati-hati dari orang yang memberi peringatan kepadamu dari mengikuti kebenaran dan salaful ummah. Penamaan secara umum kata ‘Wahabi’ terhadap orang yang berpegang teguh dengan akidah yang benar, dan berhati-hati darinya termasuk jalan orang bodoh dan terbelakang. Kami memohon kebaikan kepada Allah.

Silahkan melihat Fatawa Syekh Ibnu Baz rahimahullah, 3/1306. Silahkan merujuk soal no. 12203.

Wallahu a’lam .

Refrensi: Syeikh Muhammad Sholih Al-Munajid

Kirim Catatan