Rabu 4 Rabi'uts Tsani 1440 - 12 Desember 2018
Indonesian

Hukum Berkumpulnya Mahasiswa Muslim Dan Mahasiswa Nashrani Yang Mereka Sama-Sama Membaca Al-Qur’an Dan Injil Yang Telah Dirubah Kemudian Satu Sama Lain Saling Merasa Aman Dengan Hasil Bacaannya Yang Lain??

175739

Tanggal Tayang : 06-11-2016

Penampilan-penampilan : 591

Pertanyaan

Di salah satu sekolah setingkat SMA yang dimiliki oleh lembaga kristen, setiap malam dilakukan suatu kajian atau telaah dimana antara siswa nasrani dan siswa Muslim saling bergantian membaca lembaran dan penggalan dari injil dan Al- Qur’an, dan ketika tiba giliran siswa Muslim yang membaca Al-Qur’an; semisal dia membaca surat al- Fatihah atau surat An Naas atau surat al Falaq dan seterusnya.. Sehingga tatkala dia selesai membaca surat dari Al-Qur’an, maka semua yang hadir mengucapkan “Amin” padahal disana banyak siswa-siswa nasrani , maka bagaimana hukumnya apabila ditinjau dari Syari’at tentang hala ini ??

Teks Jawaban

Ahamdulillah.

Patut untuk kita ketahui sesungguhnya mengingkari yahudi dan nashrani, membuang jauh-jauh apa yang ada pada mereka dari ideologi-ideologi yang batil dan sesat, menjadikan mereka musuh karena Allah, tidak menjadikan mereka sebagai wali atau pemimpin adalah merupakan tonggak dasar dari agama kita yang lurus, dan merupakan kebulatan tekat serta konsekwensi dari aqidah kita yang suci, Allah Ta’ala berfirman :

                     ( يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا فَرِيقًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ يَرُدُّوكُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ)

Wahai orang-orang yang beriman ! jika kalian mengikuti dari sebagian dari orang  yang diberi al kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kalian menjadi kafir setelah beriman. ( Ali Imran : 100 ).


وقال تعالى : ( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ ) المائدة51

Allah Ta’ala berfirman :

Hai orang-orang yang beriman janganlah kalian menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin kalian, sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa diantara kalian menjadikan mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim. ( Al –Maidah :51 ).


وقال سبحانه : ( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ ) المائدة/ 57

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :

Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian menjadikan ( pemimpin kalian ), mereka orang-orang yang yang membuat agama kalian jadi buah ejekan dan permainan, yaitu diantara mereka orang-orang yang telah diberi Kitab sebelum kalian, dan kalian orang-orang kafir ( orang-orang musyrik ). Dan bertakwalah kepada Allah jika kalian benar-benar orang yang beriman. ( Al-Maidah : 57).

Mereka mengingingkan kalau sekiranya kita meninggalkan agama kita ke agama mereka. Bahkan mereka tidak rela lebih rendah dari itu. 

قال تعالى : ( وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ ) البقرة/ 109 .

Allah Ta’ala berfirman :

Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kalian kepada kekafiran setelah kalian beriman, karena kedengkian yang timbul dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.(SQ.  Al-Baqarah : 109 ).


البقرة : 120( وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِع مِلَّتَهُم)

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridlo kepada kalian hingga kalian mengikuti agama mereka. (SQ. Al- Baqarah : 120 ).

Oleh sebab itu sungguh Allah Ta’ala telah memerintahkan kita untuk mengingkari mereka dan menjadikan mereka sebagai musuh serta tidak menjadikan mereka sebagai pemimpin, bahkan memerintahkan kita untuk memerangi mereka, berjihad menyeru pada mereka hingga mereka beriman kepada Allah semata, meninggalkan segala bentuk kekufuran dan kesesatan yang mereka perbuat atau bahkan membayar jizyah ( upeti ) kepada mereka sebagai bentuk ketundukan dan takluk pada mereka, Allah Ta’ala berfirman : 

( قَاتِلُوا الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ ) التوبة/ 29 .

Perangilah mereka orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan dan tidak pula kepada hari akhir, dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang yang benar ( agama Allah ), yaitu orang-orang yang diberikan Al Kitab kepada mereka , sampai mereka membayar jizyah dengan rasa patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. ( At- Taubah : 29 ).


وقال الله تعالى : ( إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ ) الأنعام/159

Allah Ta’ala berfirman :

Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka ( kelak diakhirat). SQ. Al An’aam : 159.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah  berkata : “Yang demikian itu mengandung konsekwensi untuk berlepas diri dari segala sesuatu di semua sektor, dan barang siapa mengikuti yang lainnya di sebagian perkara-perkaranya maka dia termasuk dari golongan tersebut dalam perkara tadi, seseorang berkata : aku bukan termasuk dalam urusan ini sedikitpun, yang berarti aku tidak ikut serta dalam perkaranya sedikitpun, bahkan saya sama sekali tidak terlibat dari semua perkara dan urusan-urusannya. Dan apabila Allah telah menjamin akan ketidak terlibatan Rasul-Nya Shallallahu Alaihi Wasallam dari semua perkara-perkara mereka, maka barang siapa yang mengikuti Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam secara nyata dan penuh kebenaran, berarti dia telah berlepas diri dari segala perilaku mereka sebagaimana berlepas dirinya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dari mereka, dan barang siapa yang sepakat dengan segala perkara mereka berarti dia telah menyalahi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sejauh mana dia sepakat dengan mereka”. Dari kitab “Iqtidlo’ As Shirat Al Mustaqiem” ( halaman : 46-47 ).

Dan sesungguhnya diantara sarana-sarana Yahudi dan Nasrani yang menyesatkan dan tipu muslihat yang mereka upayakan untuk menyesatkan generasi Islam adalah dengan mengembangkan sekolah-sekolah missionaris ini yang mereka membukanya baik di negara mereka maupun di negara Islam, dan mereka sangat berharap kaum Muslimin menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah - milik mereka, kemudian mereka menembus melalui Aqidah mereka dan mulai mengkaburkan serta menyelewengkannya dari kebenaran, dan mengajarkan kepada mereka bahwasannya mereka semua adalah sama yaitu penganut kitab-kitab samawi, dan sesungguhnya Muhammad Shallallahu Alihi Wasallam turun dengan Al Qur’an dan agama Islam sedang Isa Shallallahu Alaihi Wasallam turun dengan membawa Injil dan ajaran Nasrani, maka sesungguhnya tidak ada perbedaan antara Muhammad dan Isa, sehingga tidak ada pula perbedaan antara mengikuti ajaran yang ini dan ajaran yang itu.

Para Ulama’Al- Lajnah Ad-Daimah Lilifta’ mengatakan :

“Diantara sarana-sarana para Missionaris adalah : menebar faham nasrani lewat jalur pendidikan dan yang demikian itu adakalanya dengan membangun sekolah dan universitas kristen secara terang-terangan, atau membuka lembaga-lembaga pendidikan yang secara dhohir dan kasat mata memang murni pendidikan akan tetapi secara terselubung di dalamnya ditanamkan faham dan tipu muslihat nasrani; yang menjadikan banyak kalangan kaum Muslimin yang menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah-sekolah tersebut dengan dalih ingin mempelajari bahasa asing atau mata pelajaran spesialis yang lain, setelah itu tidak peduli dengan durasi jam pelajaran dan kesempatan kaum muslimin yang diberikan kepada orang-orang nasrani padahal anak-anak muslim ini masih usia belia dan belum stabil pola pikir mereka, dan hal ini yang dimanfaatkan kaum missionaris dengan meyerang melalui hati anak-anak tersebut, sekiranya anak-anak seusia mereka, alam pikiran mereka masih sangat mudah menerima dan mentransformasi apa saja, dari siapa saja, dan sungguh banyak kejadian yang menunjukkan bahwa sisi kesehatan dan pendidikan secara khusus keduanya dijadikan sarana yang paling penting sekaligus membahayakan untuk merealisasikan penetrasi pemahan nasrani ke dalam hati dan akal umat manusia”. Demikian yang bisa disampaikan dengan ada sedikit tambahan dan peringkasan, Fatawa Al-Lajnah Ad-Daaimah ( 12/302-305 ).

Allah Ta’ala telah melarang kita berkumpul dan berhubungan dengan kaum kafir yang mereka mengingkari Hujjah dan Ayat-Ayat Allah serta memperolok-olokkannya sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain, Allah Subhanahu wa Ta’alabnerfirman :

( وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا ) النساء/ 140.

Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kalian didalam Al Qur’an bahwa apabila kalian mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kalian duduk-duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya jika kalian berbuat yang demikian tentulah kalian serupa dengan mereka, sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir didalam neraka  jahannam. An Nisaa’/140.


وقال تعالى ( وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ وَإِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَى مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ ) الأنعام/ 68

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : Dan apabila kamu melihat orang-orang yang memperolok-olokkan ayat-ayat kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang dzalim sesudah teringat (akan larangan ini). SQ. Al An’aam/68.

Maka apabila siswa Muslim duduk bersama dengan siswa nasrani, lalu siswa nasrani membaca dari kitab mereka yang telah dirobah dan dikaburkan yang didalamnya terkandung kekufuran dan kesesatan kemudian siswa Muslim mendengarkan dengan seksama dan merasa tentram dengan bacaan mereka dan ridlo dengan apa yang telah ia dengarkan dan tidak berusaha untuk mengingkarinya, maka hal ini merupakan kesesatan yang teramat besar, dan termasuk orang yang ridlo dengan kekufuran karena tidak mengingkarinya. Dan hendaklah para wali murid anak-anak Islam ini menyadari bahwa sesungguhnya sekolah-sekolah missionaris kristen ini akan membentuk bahaya terbesar pada Aqidah anak-anak mereka; yang demikian itu karena sesungguhnya sekolah-sekolah ini digagas untuk memerangi Islam dan berusaha untuk menyesatkan anak-anak kaum Muslimin, dan di dalamnya terdapat program-program yang keseluruhan macamnya sarat dengan konspirasi dan tipu daya bagi Aqidah Islam, dan diantara program-programnya :

-Menanamkan dan menumbuhkan dalam pribadi siswa cinta kepada nasrani, dan dikaburkan bahwasannya agama nasrani adalah agama samawi yang benar sebagaimana agama Islam.

-Menghancurkan aqidah al Wala’ dan al Baraa’dalam pribadi anak-anak Islam, dan mendidik mereka bahwa sesungguhnya antara kaum Muslimin dan nasrani adalah bersaudara tidak ada perselisihan dan permusuhan diantara mereka.

-Mengajarkan kepada siswa bahwasannya Al Qur’an dan injil yang telah dirobah adalah dua kitab suci yang datangnya dari Allah, Al Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad dan Injil diturunkan kepada saudaranya yaitu Isa.

-Menyusupkan keragu-raguan terhadap ayat-ayat Al Qur’an Al Karim, dan mengubah makna pengertiannya serta menta’wilkan firman Allah dengan penta’wilan yang bathil.

-Menghilangkan penghalang antara Muslim dan nasrani dengan mengatakan semua adalah saudara, perbedaan dalam agama tidak mengharuskan bertentangan dalam persaudaraan bahkan saling bersinergi satu sama lain.

-Menebar keragu-raguan terhadap Sunnah Nabi dan Sejarah Nabi dengan mencela dan memfitnah apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

-Membunuh ruh jihad dalam benak dan jiwa generasi Islam, dan menghancurkan keberanian mereka secara permanen.

-Melakukan upaya untuk melemahkan hubungan antara sesama Muslim dengan saudaranya Muslim yang lain, dan sesungguhnya hubungan antara kaum Muslimin dan nasrani bisa jadi lebih erat dan lebih kuat.

-Berupaya dan berusaha mencampur adukkan antara Aqidah Islamiyyah dengan ideologi keristen yang jelas-jelas syirik dan diliputi kekafiran.

-Berusaha mengganti hukum-hukum Allah dan merobah syari’at Islam, dengan mengatakan tidak jadi masalah dan diperbolehkan lelaki nasrani menikah dengan seorang Muslimah dan tidak ada halangan untuk berpindah agama.

-Menampilkan dan mengenalkan ahlus Sunnah yang mereka senantiasa berpegang teguh dan konsisten terhadap agama Allah dengan performa teroris, haus darah, suka membunuh dan menebarkan peperangan serta memerangi negara-negara lain dengan membunuhi penduduk yang aman dan tidak berdosa.

Maka wajib berhati-hati terhadap yayasan dan lembaga-lembaga missionaris tersebut, dan jangan sampai ada toleransi lagi bagi anak-anak kaum Muslimin untuk melanjutkan studi kelembaga-lembaga mereka. Ringkas pembicaraan :

Sesungguhnya gambaran yang dipaparkan dalam pertanyaan merupakan bentuk kemungkaran yang bertentangan dengan Aqidah kaum Muslimin, meskipun kaum Muslimin merasa aman atas injilnya kaum nasrani atau kaum nasrani merasa aman terhadap Al Qur’an milik orang Islam; karena dengan adanya perkumpulan semacam ini dan satu sama lain saling merasa aman, akan memberikan pemahaman bahwa sesungguhnya antara Islam dan Nasrani tidak ada perbedaan, dan sesungguhnya antara kaum Muslimin dan Nasrani adalah bersaudara saling mencintai diantara mereka, dan hal ini sama persis dengan prinsip penyamaran agama atau yang mendekati itu, yang pihak Barat senantiasa berusaha menanamkan ke dalam jiwa kaum Muslimin semenjak dahulu kala, agar mereka keluar dari agama dan keyakinan mereka, dan meninggalkan mereka dengan tanpa sesuatu apapun yang mereka bisa berpegang teguh dengannya. Dan bisa dilihat jawaban soal nomer (145352) nomer (10232) dan nomer (10213).

Wallahu Ta’ala  A’lam.

Refrensi: Soal Jawab Tentang Islam

Kirim Catatan