Pertama:
Bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam termasuk diantara ibadah terbaik dan cara tercepat untuk mendekatkan diri kepada Allah, Allah ta’ala memerintahkan hamba-hamba Nya yang beriman untuk melakukan hal itu.
Allah ta’ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
الأحزاب / 56
(Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya). (Al-Ahzab/33:56)
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah memerintahkan hal itu dan menjelaskan adanya pahala yang dilipat gandakan untuk itu, dan merupakan sebab diampuninya dosa-dosa, dikabulkannya doa-doa. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ رواه النسائي (1297) ، وصححه الشيخ الألباني في " صحيح سنن النسائي
("Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan mengucapkan shalawat kepadanya sepuluh kali, dihapuskan darinya sepuluh kesalahan, dan ia diangkat sepuluh derajat untuknya.") HR. An-Nasai (1297),
dan digolongkan sahih oleh Syekh Al-Albani dalam “Sahih Sunan An-Nasai”
Dan diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (2457), Ubai bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu berkata:
يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِنِّي أُكْثِرُ الصَّلَاةَ عَلَيْكَ ، فَكَمْ أَجْعَلُ لَكَ مِنْ صَلَاتِي ؟ فَقَالَ : ( مَا شِئْتَ ) ، قَالَ : قُلْتُ : الرُّبُعَ ؟ قَالَ : ( مَا شِئْتَ ، فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ ) ، قُلْتُ : النِّصْفَ ؟ قَالَ : ( مَا شِئْتَ ، فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ ) ، قَالَ : قُلْتُ : فَالثُّلُثَيْنِ ؟ قَالَ : ( مَا شِئْتَ ، فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ ) ، قُلْتُ : أَجْعَلُ لَكَ صَلَاتِي كُلَّهَا ؟ قَالَ : ( إِذًا تُكْفَى هَمَّكَ ، وَيُغْفَرُ لَكَ ذَنْبُكَ ) وحسنه الألباني في "سنن الترمذي
“Wahai Rasulullah, aku sering membawa shalawat untuk baginda, lalu seberapa banyak aku bershalawat untuk baginda? Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam menjawab: "Terserah." Aku bertanya: Seperempat? Rasulullah Shallallahu 'alahi wa Salam menjawab: "Terserah, jika kau tambahi itu lebih baik bagimu." Aku bertanya: Setengah? Beliau menjawab: ""Terserah, jika kau tambahi itu lebih baik bagimu." Aku bertanya: Dua pertiga?"Terserah, jika kau tambahi itu lebih baik bagimu." Aku berkata: Aku akan menjadikan seluruh doaku untuk baginda. Beliau bersabda: "Kalau begitu, kau dicukupkan dari dukamu dan dosamu diampuni." Hadis ini digolongkan Hasan oleh Al-albani dalam “Sunan At-Tairmidzi”
Kedua:
Wahai penanya, apa yang anda sebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang sempurna dan terjaga (ma’sum), lalu mengapa membutuhkan dari kita semua shalawat dan salam ini dari kita untuk masuk surga? Padahal semestinya kita lah yang lebih membutuhkannya dari pada nya karena kita tidak sempurna!?, sanggahan anda dalam hal ini tidak tepat karena beberapa alasan:
- Bahwa shalawat serta salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah suatu amalan yang diperintahkan. Allah ta’ala berfirman: (Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya), artinya ini adalah ibadah dan wajib bagi setiap muslim untut mentaati apa yang Allah perintahkan, dan tidak menentang perintah-Nya.
- Keutamaan shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak hanya kembali kepada Nabi shallallahu ‘alaih wasallam saja, melainkan ia juga kembali kepada pembaca shalawat itu sendiri, Keutamaan yang disebutkan dalam hadis-hadis sebelumnya dan hadis-hadis lainnya adalah untuk orang yang membacakan shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Syekh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah dalam syarh hadis mengatakan: “bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ("Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan mengucapkan shalawat kepadanya sepuluh kali..”), artinya: jika anda mengucapkan “'Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad, maka Allah akan membacakan shalawat kepadamu sepuluh kali, dan Allah akan memujimu di majelis tertinggi sepuluh kali. Akhir kutipan dari "Syarh Riyad as-Salihin."
- Hak Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah merupakan hak yang paling agung setelah hak Allah, karena melalui beliaulah Allah menyelamatkan ciptaan dari jalan kegelapan menuju cahaya. Allah SWT berfirman:
هُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ عَلَى عَبْدِهِ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ
الحديد / 9
(Dialah yang menurunkan ayat-ayat yang terang (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya (Nabi Muhammad) untuk mengeluarkanmu dari kegelapan kepada cahaya.) (QS. Al-Hadid/57:9).
Dan Allah ta’ala berfirman:
كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ
إبراهيم / 1
(Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu (Nabi Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari berbagai kegelapan pada cahaya (terang-benderang) dengan izin Tuhan mereka),(QS. Ibrahim/14:1)
Apabila seseorang sering kali menyebutkan nama dokter yang melalui tangnya Allah memberikan kesembuhan, yang tujuan akhirnya adalah kesehatan badan, lalu bagaimana dengan orang yang melalui dirinya Allah memberikan kesehatan jiwa dan raga sekaligus.
Adalah menjadi hak Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam atas umat-nya agar mereka senantiasa memperbanyak shalawat kepadanya sebagai balasan atas kebaikan-nya, dan sebagai balasan untuk sebagian hak-hak Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: "Bahwasanya Allah Subhanahu wa ta’ala memerintahkan kita untuk bershalawat kepadanya setelah mengabarkan kepada kita bahwa Dia dan para malaikat-Nya bershalawat untuknya. Artinya, jika Allah dan para malaikat-Nya mendoakan Rasul-Nya, maka hendaklah kalian mendoakannya, karena kalian lebih berhak mengucapkan shalawat serta salam untuknya dengan kepasrahan atas apa yang telah ia berikan kepadamu melalui keberkahan risalahnya." Akhir kutipan dari “Jala’ al-Afham”.
Syekh Abdul Rahman Al-Sa’di rahimahullah berkata: “(Hai orang-orang yang beriman, sampaikanlah shalawat dan salam kepadanya), mengikuti perintah Allah dan para malaikat-Nya, dan sebagai balasan atas sebagian haknya atasmu, dan sebagai penyempurna imanmu, dan sebagai jalan untuk memuliakannya shallallahu ‘alaihai wasallam, dan sebagai wujud cinta dan kehormatan, dan sebagai penambah kebaikanmu, dan sebagai penebus dosa-dosamu.”
Akhir kutipan dari “Tafsir Al-Sa’di” (1/671).
Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepadanya, selamanya sampai hari kiamat, selama malam dan siang silih berganti. Dan semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepadanya, selama orang-orang yang bertakwa selalu mengingatnya.
Maka, Saudari terkasih, janganlah engkau kehilangan keutamaan ini. Semoga Allah membantu kita dan engkau untuk memanfaatkan kesempatan berbuat taat dan melindungi kita dari kejahatan jiwa kita, karena sesungguhnya Dia Maha Pemurah dan Mulia.
Wallahu a’lam.