Ahad 8 Rabi'uts Tsani 1440 - 16 Desember 2018
Indonesian

Tempat Di Bumi Terbaik Secara Umum Adalah Mekkah Kemudian Madinah. Tempat Tinggal Terbaik Di Bumi Bagi Setiap Orang Adalah Dimana Dia Dapat Lebih Taat Kepada Allah Dan RasulNya

199894

Tanggal Tayang : 10-08-2016

Penampilan-penampilan : 1304

Pertanyaan

Tempat manakah yang Allah jadikan terbaik di atas bumi? Saya katakan kepada mereka, “Ia adalah Mekkah. Akan tetapi dia membantahku dengan mengatakan, “Ia adalah Madinah Munawwarah, karena Nabi sallallahu alaihi wa sallam lebih mencintainya dibandingkan Mekkah dan beliau mendoakannya kepada Allah agar diberi keberkahan sebagaimana keberkahan di Mekah.

Teks Jawaban

Alhamdulillah

Pertama,

Para ulama fiqih bersepakat bahwa Mekkah dan Madinah adalah tempat terbaik di muka bumi, kemudian mereka berbeda pendapat, manakah yang lebih utama? Mayoritas ulama termasuk Hanfiyah, Syafiiyyah dan Hanabilah serta pendapat dari Malikiyah berpendapat bahwa Mekkah Al-Mukarromah lebih utama dari Madinah. Karena beberapa hal sebagaimana disimpulkan para ulama berikuti ini:

Pertama: Kewajiban berangkat haji dan umrah ke (Mekkah). Dua kewajiban itu tidak ada bandingannya di Madinah

Kedua: Kalau Madinah dianngap lebih utama karena Rasulullah sallalahu alaihi wa sallam tinggal di sana setelah kenabian. Maka Mekkah lebih mulia dari Madinah, karena Nabi sallallahu alaihi wa sallam telah tinggal di Mekkah setelah kenabian tiga belas tahun sementara beliau tinggal di Madinah sepuluh tahun.

Ketiga: Madinah dimuliakan karena banyaknya hamba Allah yang saleh mendatanginya. Maka Mekkah lebih utama dari Madinah karena kebanyakan yang datang dari kalangan para Nabi, Rasul dan orang-orang saleh.

Keempat: dibolehkan mencium dan mengusap hanya di dua rukun Yamani (rukun Yamani dan Hajar Aswad -pent). Hal itu tidak ada di Madinah.

Kelima: sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala mewajibkan kita dalam shalat di Negara dan tempat mana saja untuk menghadap kiblat ke Mekkah. Hal itu tidak diwajibkan ke Madinah.

Keenam: sesungguhnya Allah mengharamkan Mekkah semenjak penciptaan langit dan bumi, tidak dihalalkan oleh seorang pun dari kalangan para rasul dan nabi kecuali Nabi kita sallallahu’alaihi wa sallam. Ia dihalalkan hanya sesaat waktu siang hari .

Ketujuh: Allah subhanahu wa ta’ala menyanjung Mekkah di dalam KitabNya, dimana hal itu tidak disanjung untuk Madinah. Allah berfirman:

إِنَّ أَوَّل بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةِ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ

 “Sesungguhnya rumah (ibadah) yang pertama kali dibangun untuk manusia adalah Bakkah (Mekkah) yang penuh barokah dan petunjuk untuk seluruh alam.”

Kedelapan: shalat di Masjidil Haram di Mekkah berlipat seratus ribu shalat. Hal itu tidak ada persamaannya di Masjid Nabi sallallahu alaihi wa sallam di Madinah atau di masjid lainnya.

Dan keutamaan-keutamaan lainnya yang melebihkan Mekkah daripada Madinah.

Malikiyah pendapatnya yang terkenal mengatakan bahwa Madinah lebih utama dibandingkan Mekah. Al-Khattab mengatakan, “Madinah lebih utama dibandingkan Mekkah merupakan pendapat kebanyakan penduduk Madinah.

Sebagaimana mereka bersepakat bahwa Ka’bah itu lebih mulia selain tempat kuburan yang mulia sallallahu’alaihi wa sallam. Silahkan lihat Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah, (32/154 – 156).

Tidak diragukan lagi bahwa Ka’bah itu lebih mulia dibandingkan kuburan Nabi sallallahu’alihi wa sallam. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ditanya tentang dua orang yang saling berdebat. Salah satunya mengatakan, “Bahwa tanah (kuburan) Nabi sallallahu alaihi wa sallam itu lebih baik daripada langit dan bumi." Yang lain mengatakan, “Ka’bah itu yang lebih utama.” Siapakah yang benar?

Maka beliau menjawab, “Terkait dengan tubuh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam, tidaklah Allah menciptakan makhluk yang paling mulia dibandingkan beliau. Sementara tanahnya itu tidak lebih mulia dibandingkan Ka’bah Baitul Haram. bahkan Ka’bah itu lebih utama dibandingkan tanahnya. Tidak dikenal seorang pun dari kalangan ulama yang mengutamakan tanah kuburan (Nabi) atas Ka’bah kecuali Al-Qadhi Iyad. Tidak ada seorang pun sebelumnya (yang mengatakan hal itu) dan tidak ada seorang pun yang menyetujuinya. Wallahua'lam.

(Majmu Fatawa, 27/38).

Pendapat yang terkuat dalam hal itu adalah pendapat jumhur (mayoritas ulama) bahwa Mekkah itu lebih utama dibandingkan Madinah secara umum. As-Suyuthi rahimahullah mempunyai karangan khusus terkait dalam masalah ini. Telah dicetak dengan judul ‘Al-Hujajul Bayyinah Fi Tafdhili Makkah ‘Alal Madinah (Alasan kuat mengutamakan Mekkah atas Madinah).

Syekh Ibnu Baz rahimahullah ditanya, “Manakah yang lebih utama, menetap di Mekkah atau di Madinah dengan niat ibadah?

Beliau menjawab, “Mekkah yang lebih utama, kemudian setelah itu Madinah. Menetap di Mekkah lebih utama dibandingkan Madinah. Sebagaimana yang terdapat dalam Hadits. Shalat di Mekkah (dilipatkan) seratus ribu shalat (di masjid lainnya). Sementara Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bersabda tentang Madinah:

صلاة في مسجدي هذا خير من ألف صلاة فيما سواه ، إلا المسجد الحرام ، وصلاة في المسجد الحرام بمائة ألف صلاة

“Shalat di Masjidku ini, lebih baik seribu kali dibandingkan shalat di masjid lainnya. Kecuali Masjidil Haram. sementara shalat di Masjidil Haram (dilipatkan) seratus ribu shalat."

Perbedaan yang sangat jauh. Dan kebaikan di Mekkah dilipatgandakan melebihi apa yang dilipatgandakan di Madinah.

Dikutip dari web Syekh: http://www.binbaz.org.sa/mat/21134

Ungkapan seseorang, “Bahwa Nabi sallallahu’alaihi wa sallam lebih mencintai Madinah daripada kecintaannya terhadap  Mekkah. Kalau maksdunya adalah cinta bermukim di Madinah, maka ya. Hal itu karena ada kemaslahatan yang lebih besar untuk menyebarkan agama dan menyangga pondasi pemerintahan Islam. Karena ia adalah tempat hijrah sementara Mekkah waktu itu masih menjadi pusat orang kafir dan keluarganya. Hal itu tidak menunjukkan dengan sendirinya bahwa Madinah lebih utama dibandingkan Mekkah dalam segala hal.

Telah diriwayatkan oleh Bukhari, (3926) dan Muslim (1376) dari Aisyah radhiallahu anha, sesungguhnya Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا المَدِينَةَ كَحُبِّنَا مَكَّةَ ، أَوْ أَشَدَّ ، وَصَحِّحْهَا وَبَارِكْ لَنَا فِي صَاعِهَا وَمُدِّهَا

“Ya Allah cintakanlah kepada Kami Madinah sebagaimana kecintaan kami ke Mekkah atau lebih cinta. Sehatkanlah dan berkahi kami sha (timbangan) dan Mudnya (takaran)."

Al-Baji rahimahullah mengatakan, “Doa dari Nabi sallallahu’alaihi wa sallam agar menghilangkan pada diri beliau rasa sedih ketika berpisah dengan Mekkah untuk bermukim di Madinah. Dan beliau berdoa agar Allah memberikan kecintaan kepada Madinah sebagaimana kecintaannya terhadap Mekkah. Sehingga tidak suka berpindah dari Madinah sebagaimana dia tidak suka berpindah dari Mekkah.” (Al-Muntaqa, 7/194)

Doa ini, sesungguhnya Nabi sallallahu alaihi wa sallam bedoa ketika para shahabat mengadukan wabah penyakit di Madinah. Maka beliau berdoa untuk mereka agar cinta bermukim di Madinah dan tidak suka berpindah darinya.

Untuk tambahan faedah, silahkan merujuk jawaban soal no. 36863 dan soal no. 106609.

Wallahu a'lam .

Refrensi: Soal Jawab Tentang Islam

Kirim Catatan