Rabu 11 Rabi'uts Tsani 1440 - 19 Desember 2018
Indonesian

Dari Manakah Haji Tamattu Ihram Untuk Haji? Apakah Diharuskan Menggundul Kepala Setelah Melontar Jumrah?

Pertanyaan

Insya Allah saya akan berangkat menunaikan haji pada tanggal 7 Zulhijjah dengan haji tamattu. Apa yang saya katakan ketika mulai masuk manasik haji? Mana yang lebih utama, menggundul atau memendekkan rambut setelah sai umrah? Darimana saya ihram untuk haji? Apakah saya harus menggundul pada hari Nahr setelah melontar jumrah Aqabah?

Teks Jawaban

Alhadulillah.

Pertama: Haji Tamatu adalah melakukan ihram umrah saja di bulan-bulan haji. Bulan-bulan haji adalah; Syawal, Zulqaidah, Zulhijah. Maka ketika memulai ihram, dia mengatakan, ‘Labbaika umrotan’.

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan saat menjelaskan tata cara umrah, “Apabila tiba di miqat, hendaknya dia mandi seperti halnya orang mandi janabah, lalu dia mengenakan wewangian yang ada di kepala dan jenggotnya. Kemudian dia memakai pakaian ihram berupa kain dan selendang, lebih utama jika warnanya putih bersih. Kemduian hendaknya dia membaca ‘Labbaika umrotan’. Tidak perlu dia mengatakan ‘mutamattian biha ilal haj’ (untuk tamatu haji), karena dia telah niat dalam hatinya untuk melaksanakan haji. Maka bacalah, ‘Labbaika umrotan.’ Lalu membaca talbiah,

لبيك اللهم لبيك ، لبيك لا شرك لك لبيك ، إن الحمد والنعمة لك والملك لا شريك لك

“Aku penuhi panggilanMu Ya Allah, Aku penuhi panggilanMu, Tidak ada sekutu bagiMu. Aku penuhi panggilanMu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan adalah milikMu. Tidak ada sekutu bagiMu.”

Hendaknya orang laki meninggikan suaranya. Hendaknya dia mengetahui bahwa pepohonan,, bebatuan dan makhluk yang ada yang mendengarnya, nicaya mereka akan menjadi saksinya pada hari kiamat dengan talbiah.

Kandungan talbiah adalah: Menyambut panggilan Allah Azza wa Jallah. Karena labbaika maknanya adalah ‘Aku sambut panggilanmu’. Hendaknya dia terus bertalbiah hingga dia memulai tawaf untuk umrah. Jika tiba di Mekah, hendaknya dia tawaf dan sai, lalu menggundul atau memendekkan rambutnya, kemudian dia tahallul dari ihramnya. Lalu jika tiba hari tarwiyah, yaitu hari tanggal 8 Zulhijah, beliau ihram untuk haji saja dan kemudian melaksanakan seluruh amalan haji.. Orang yang haji tamatu, melaksanakan umrah secara sempurna dan haji secara sempurna.” (Al-Liqa Asy-Syahri)

Orang yang melakukan haji tamatu, melaksanakan ihram hajinya pada tanggal 8 Zulhijah di tempat kediamannya ketika itu. Hendaknya dia melakukan untuk persiapan ihramnya apa yang dia lakukan saat persiapan ihram untuk umrah, berupa mandi, memakai wewangian, lalu dia niat ihram untuk haji dan mengucapkan ‘Labbaika hajjjan’ Kemudian hendaknya dia melantunkan talbiah yang telah dikenal.

Para ulama yang tergabung dalam Lajnah Daimah Lil Ifta mengatakan, “Siapa yang melakukan ihram dari miqat untuk umrah dengan niat tamatu haji, mka hendaknya dia menunaikan umrahnya hingga tahallul dari ihramnya. Tidak mengapa jika dia pergi ke Jedah atau lainnya, kemudian dia ihram lagi untuk haji dari tempat kediamannya ketika itu setelah umrah.” (Fatawa Lajnah Daimah, Jilid 2, 10/76-77)

Syekh Bin Baz rahimahullah berkata, “Yang disyariatkan bagi jamaah haji yang sudah tahallul adalah melakukan ihram haji pada hari Tarwiyah dari tempatnya, baik di dalam Mekah, atau di luar Mekah atau di Mina. Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan para sahabatnya yang telah tahalul dari umrah untuk melaksanakan ihram haji pada hari Tarwiyah di rumah-rumah mereka.” (Majmu Fatwa Bin Baz, 16/140)

Kedua:

Karena anda akan melaksanakan umrah pada hari ketujuh, maka hendaknya anda cukup memendekkan rambut anda setelah selesai umrah, jangan menggundulnya, agar masih ada sisa rambut anda untuk digundul dalam ibadah haji. Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan para sahabatnya  pada haji wada untuk memendekkan rambutnya, karena kedatangan mereka adalah pada pagi tanggal empat Zulhijah. Hal ini menunjukkan bahwa memendekkan rambut dalam kondisi seperti ini lebih utama dari menggundulnya sehingga dapat digundul pada ibadah haji. Sebagai tambahan lihat fatwa no. 31822

Ketiga:

Amalan-amalan haji pada hari Nahr bagi yang melaksanakan haji tamatu secara urut adalah; Melontar jumrah,  Menyembelih hadyu, menggundul atau memendekkan rambut, tawaf ifadhah lalu sai. Ini urutan yang paling utama. Karena inilah yang dilakukan Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Sebagai tambahan lihat jawaban soal no. 106594

Jika jamaah haji mendahulukan sebagian dan mengakhirkan sebagian yang lain atau mengakhirkan sebagian dan mendahulukan sebagian yang lain pada hari Nahr, maka hal itu tidak mengapa.

Para ulama sepakat bahwa menggundul kepada dapat diakhirkan hingga akhir hari tasyriq (tanggal 13 Zulhijah). Jika dia tunda lebih dari itu, maka dia harus membayar dam menurut sebagian ulama. (Lihat Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah, 10/12-13)

Upayakan agar perjalanan haji anda bersama ulama atau pelajar ilmu syariat sehingga anda mudah bertanya terkait sesuatu yang dibutuhkan dari perkara haji dan umrah.

Wallahu a’lam .

Refrensi: Soal Jawab Tentang Islam

Kirim Catatan