Di Antara Kesesatan-Kesesatan Yahudi dalam Akidah

Pertanyaan 9905

Kami mengetahui di mana letak kesalahan kaum Nasrani, lalu di mana letak kesalahan kaum Yahudi?

Teks Jawaban

Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Rasulullah, wa ba'du:

Tidak diragukan lagi bahwa apa yang dilakukan kaum Yahudi lebih besar daripada apa yang dilakukan kaum Nasrani, meskipun keduanya berada dalam kesalahan dan kekafiran. Di dalam Al-Qur'an disebutkan sejumlah kesesatan kekafiran kaum Yahudi, yaitu:

  1. Di antara mereka ada kelompok yang mengklaim bahwa Allah memiliki anak, sebagaimana firman Allah Ta'ala,

وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ عُزَيْرُ ِۨابْنُ اللّٰهِ وَقَالَتِ النَّصٰرَى الْمَسِيْحُ ابْنُ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِاَفْوَاهِهِمْۚ يُضَاهِـُٔوْنَ قَوْلَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَبْلُ ۗقَاتَلَهُمُ اللّٰهُ ۚ اَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ

 التوبة / 30 .

“Orang-orang Yahudi berkata, ‘Uzair itu putra Allah,’ dan orang-orang Nasrani berkata, ‘Al-Masih itu putra Allah.’ Demikianlah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru ucapan orang-orang kafir terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling?" (QS. At-Taubah: 30).

  1. Mereka menyematkan sifat-sifat kekurangan kepada Allah, serta membunuh nabi-nabi dan rasul-rasul Allah, sebagaimana firman Allah Ta'ala,

وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ يَدُ اللّٰهِ مَغْلُوْلَةٌ غُلَّتْ اَيْدِيْهِمْ وَلُعِنُوْا بِمَا قَالُوْا بَلْ يَدٰهُ مَبْسُوْطَتٰنِ يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَاۤءُ

المائدة / 64

“Orang-orang Yahudi berkata, ‘Tangan Allah terbelenggu', sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), melainkan kedua tangan Allah terbuka. Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki." (QS. Al-Ma'idah: 64).

Dan firman-Nya,

لَقَدْ سَمِعَ اللّٰهُ قَوْلَ الَّذِيْنَ قَالُوْٓا اِنَّ اللّٰهَ فَقِيْرٌ وَّنَحْنُ اَغْنِيَاۤءُ ۘ سَنَكْتُبُ مَا قَالُوْا وَقَتْلَهُمُ الْاَنْۢبِيَاۤءَ بِغَيْرِ حَقٍّۙ وَّنَقُوْلُ ذُوْقُوْا عَذَابَ الْحَرِيْقِ

 آل عمران / 181  .

“Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan, ‘Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya.’ Kami akan mencatat perkataan mereka dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka), ‘Rasakanlah olehmu azab yang membakar.’" (QS. Ali Imran: 181).

  1. Mereka telah mengubah firman Allah, yaitu Taurat. Allah Ta'ala berfirman,

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِّيْثَاقَهُمْ لَعَنّٰهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوْبَهُمْ قٰسِيَةً ۚ يُحَرِّفُوْنَ الْكَلِمَ عَنْ مَّوَاضِعِهٖ

 المائدة / 64

“(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya." [QS. Al-Ma'idah: 13].

Dan firman-Nya,

فَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ يَكْتُبُوْنَ الْكِتٰبَ بِاَيْدِيْهِمْ ثُمَّ يَقُوْلُوْنَ هٰذَا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ لِيَشْتَرُوْا بِهٖ ثَمَنًا قَلِيْلًا ۗفَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا كَتَبَتْ اَيْدِيْهِمْ وَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا يَكْسِبُوْنَ

 البقرة / 79.

“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya, ‘Ini dari Allah,’ (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan." (QS. Al-Baqarah: 79).

  1. Mereka berhak mendapatkan laknat Allah disebabkan apa yang Allah sebutkan tentang mereka dalam firman-Nya,

لُعِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْۢ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ عَلٰى لِسَانِ دَاوٗدَ وَعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۗذٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّكَانُوْا يَعْتَدُوْنَ

 المائدة / 78.

“Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu." (QS. Al-Ma'idah: 78-79).

Adapun fitnah mereka terhadap nabi-nabi mereka sangatlah banyak, di antaranya:

  1. Kaum Yahudi menisbatkan murtad kepada Nabi Allah, Sulaiman, dan bahwa ia menyembah berhala, sebagaimana terdapat dalam Kitab Raja-raja pasal 11 ayat 5.
  2. Kaum Yahudi menisbatkan kepada Luth 'Alaihis Salam perbuatan meminum khamar dan bahwa ia berzina dengan kedua putrinya, sebagaimana terdapat dalam Kitab Kejadian pasal 19 ayat 30.
  3. Kaum Yahudi menisbatkan pencurian kepada Nabi Allah, Ya'qub, sebagaimana terdapat dalam Kitab Kejadian pasal 31 ayat 17.
  4. Kaum Yahudi menisbatkan zina kepada Nabi Allah, Daud sehingga lahirlah Sulaiman untuknya, sebagaimana terdapat dalam Kitab 2 Samuel pasal 11 ayat 1-27.

Semoga Allah memburukkan dan menghinakan mereka atas hal tersebut.

Allah dan Rasul-Nya telah melaknat mereka karena keburukan mereka yang banyak di sejumlah tempat dalam Al-Qur’an dan hadits, di antaranya:

وَقَالُوا قُلُوبُنَا غُلْفٌ بَلْ لَعَنَهُمُ اللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَقَلِيلا مَا يُؤْمِنُونَ  (88)

"Dan mereka berkata, ‘Hati kami tertutup.’ Tetapi sebenarnya Allah telah melaknat mereka karena keingkaran mereka, maka sedikit sekali mereka yang beriman." (QS. Al-Baqarah: 88).

وَلَمَّا جَاءَهُمْ كِتَابٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَهُمْ وَكَانُوا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكَافِرِينَ (89)

“Setelah sampai kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, sedangkan sebelumnya mereka memohon kemenangan atas orang-orang kafir, ternyata setelah sampai kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu, mereka mengingkarinya. Maka, laknat Allahlah terhadap orang-orang yang ingkar.” (QS. Al-Baqarah: 89).

مِنَ الَّذِيْنَ هَادُوْا يُحَرِّفُوْنَ الْكَلِمَ عَنْ مَّوَاضِعِهٖ وَيَقُوْلُوْنَ سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَاسْمَعْ غَيْرَ مُسْمَعٍ وَّرَاعِنَا لَيًّاۢ بِاَلْسِنَتِهِمْ وَطَعْنًا فِى الدِّيْنِۗ وَلَوْ اَنَّهُمْ قَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا وَاسْمَعْ وَانْظُرْنَا لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ وَاَقْوَمَۙ وَلٰكِنْ لَّعَنَهُمُ اللّٰهُ بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوْنَ اِلَّا قَلِيْلًا  ٤٦

“Di antara orang-orang Yahudi ada yang mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata, ‘Kami mendengar, tetapi kami membangkang.’ (Mereka mengatakan pula,) ‘Dengarkanlah,’ sedangkan (engkau Nabi Muhammad sebenarnya) tidak mendengar apa pun. (Mereka mengatakan Ra‘ina dengan memutarbalikkan lidahnya dan mencela agama. Seandainya mereka mengatakan, ‘Kami mendengar dan patuh. Dengarkanlah dan perhatikanlah kami,’ tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat. Akan tetapi, Allah melaknat mereka karena kekufurannya. Mereka tidak beriman, kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisa’: 46).

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ ءَامِنُوا بِمَا نَزَّلْنَا مُصَدِّقًا لِمَا مَعَكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَطْمِسَ وُجُوهًا فَنَرُدَّهَا عَلَى أَدْبَارِهَا أَوْ نَلْعَنَهُمْ كَمَا لَعَنَّا أَصْحَابَ السَّبْتِ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولا (47) )

“Wahai orang-orang yang telah diberi Kitab, berimanlah pada apa yang telah Kami turunkan (Al-Qur’an) yang membenarkan Kitab yang ada padamu sebelum Kami mengubah wajah-wajah(-mu), lalu Kami putar ke belakang (sebagai penghinaan) atau Kami laknat mereka sebagaimana Kami melaknat orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabat (Sabtu). Ketetapan Allah (pasti) berlaku.” (QS. An-Nisa’: 47).

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ وَلا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَى خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلا قَلِيلا مِنْهُمْ

“(Namun,) karena mereka melanggar janjinya, Kami melaknat mereka dan Kami menjadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah firman-firman (Allah) dari tempat-tempatnya dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Nabi Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka, kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat).” (QS. Al-Ma’idah: 13).

قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِنْ ذَلِكَ مَثُوبَةً عِنْدَ اللَّهِ مَنْ لَعَنَهُ اللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ أُولَئِكَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضَلُّ عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ (60) )

“Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang sesuatu yang lebih buruk pembalasannya daripada itu di sisi Allah? (Yaitu balasan) orang yang dilaknat dan dimurkai Allah (yang) di antara mereka Dia jadikan kera dan babi. (Di antara mereka ada pula yang) menyembah Tagut.’ Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.” (QS. Al-Ma’idah: 60).

وَقَالَتِ الْيَهُودُ يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُوا بِمَا قَالُوا بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا وَأَلْقَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ كُلَّمَا أَوْقَدُوا نَارًا لِلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللَّهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الأَرْضِ فَسَادًا وَاللَّهُ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

“Orang-orang Yahudi berkata, ‘Tangan Allah terbelenggu (kikir).’ Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu. Mereka dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan. Sebaliknya, kedua tangan-Nya terbuka (Maha Pemurah). Dia memberi rezeki sebagaimana Dia kehendaki. (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu pasti akan menambah kedurhakaan dan kekufuran bagi kebanyakan mereka. Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari Kiamat. Setiap kali mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Mereka berusaha (menimbulkan) kerusakan di bumi. Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Ma’idah: 64).

Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda,

لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ

"Allah melaknat kaum Yahudi, mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid (tempat ibadah)."

Beliau juga bersabda,

لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ حُرِّمَتْ عَلَيْهِمْ الشُّحُومُ فَجَمَّلُوهَا فَبَاعُوهَا

"Allah melaknat kaum Yahudi, diharamkan bagi mereka lemak (bangkai), lalu mereka mencairkannya kemudian menjualnya (dan memakan hasilnya)."

Kedua hadis ini terdapat dalam Shahih Imam Al-Bukhari.

Ibnu al-Qayyim rahimahullah telah dengan baik menggambarkan mereka saat beliau berkata, "Umat yang dimurkai adalah Yahudi ahli dusta, fitnah, pengkhianatan, tipu daya, para pembunuh nabi, pemakan harta haram—yaitu riba dan suap. Mereka adalah umat yang paling busuk hatinya, paling buruk perangainya, paling jauh dari rahmat, dan paling dekat dengan azab. Kebiasaan mereka adalah kebencian, dan watak mereka adalah permusuhan dan dendam. Mereka adalah rumah sihir, dusta, dan tipu muslihat. Mereka tidak memandang adanya kehormatan bagi siapa pun yang menyelisihi mereka dalam kekafiran dan pendustaan mereka terhadap nabi. Mereka tidak menjaga janji maupun perlindungan terhadap seorang mukmin... bahkan yang paling 'berakal' di antara mereka adalah yang paling busuk, dan yang paling 'mahir' adalah yang paling penipu... mereka adalah makhluk yang paling sempit dadanya, paling gelap rumahnya, paling busuk halamannya, dan paling liar wataknya. Penghormatan mereka adalah laknat, pertemuan dengan mereka adalah kesialan, syiar mereka adalah kemarahan, dan pakaian mereka adalah kebencian." (Kitab Hidayat Al-Hayara, hal. 8).

Ini hanyalah sedikit dari sekian banyak. Siapa pun yang meneliti akan menemukan banyak sekali keburukan, jenis kekafiran, dan kerusakan mereka. Kita memohon kepada Allah agar menghancurkan mereka, menghinakan mereka, merendahkan mereka, mengalahkan mereka, dan menolong kaum Muslimin atas mereka dalam waktu dekat. Semoga selawat tercurah kepada Nabi kita Muhammad.

Wallahu A'lam.

Rujukan

Agama-agama

Refrensi: 

Soal Jawab Tentang Islam

at email

Buletin

Daftarkan email Anda untuk menerima buletin dari situs Tanya Jawab Tentang islam

phone

Aplikasi Tanya Jawab Tentang Islam

Akses lebih cepat ke konten dan kemampuan menjelajah tanpa internet

download iosdownload android