Sementara ‘Muhammad’ adalah yang paling utama di antara para Nabi dan Rasul, dan beliau adalah kekasih Allah

Pertanyaan 309285

Nabi Musa ‘alaihis salam berkata: ‘Ya Rabb, aku adalah orang yang diajak bicara oleh-Mu (kālim), dan Muhammad adalah kekasih-Mu (habīb), maka apa perbedaan antara kālim dan habīb?’ Maka Allah Ta’ala berfirman: ‘Kālim bekerja untuk keridhaan Tuhannya, sedangkan habīb bekerja dengan diridai Tuhannya. Kālim mencintai Allah, sedangkan habīb dicintai Allah. Kālim datang ke Bukit Sinai lalu berbisik-bisik (mukālamah), sedangkan habīb tidur di tempat tidurnya lalu dibawa Jibril ke suatu tempat dalam sekejap mata yang tidak pernah dicapai oleh makhluk lain. Cinta ini terlihat dalam firman Allah: “Dan kelak Tuhanmu pasti memberi kepadamu sehingga engkau ridha” (Ad-Dhuha: 4),

ولَسَوفَ يعطيك ربك فترضى (الضحى: 4)

dan dalam firman-Nya:

لَنولينك قبلة ترضاها

“Kami pasti menunjukkan kepadamu kiblat yang engkau sukai”…’

Bagaimanakah tingkat kebenaran hal ini ?

Teks Jawaban

Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Rasulullah, wa ba'du:

Allah -Ta’ala- telah melebihkan sebagian nabi atas sebagian yang lain. Allah berfirman:

تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ مِنْهُمْ مَنْ كَلَّمَ اللَّهُ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَاتٍ

البقرة/253

“Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berbicara langsung dengannya, dan sebagian mereka ditinggikan derajatnya.” (Al-Baqarah: 253)

Dan Dia juga berfirman:

وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيِّينَ عَلَى بَعْضٍ

الإسراء/55

“Dan sungguh, Kami telah melebihkan sebagian nabi atas sebagian yang lain.” (Al-Isra: 55)

Dan Nabi yang paling utama adalah Nabi kita, Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam-.

Ibnu Taimiyah berkata dalam “Jāmi‘ ar-Rasā’il” (2/129):

“Dan Muhammad adalah pemimpin seluruh anak Adam, yang paling utama di antara orang-orang terdahulu dan yang kemudian, penutup para Nabi, serta imam mereka ketika mereka berkumpul. Ia juga menjadi juru bicara mereka ketika mereka datang (berkumpul). Dan beliau adalah yang diangkat (dalam peristiwa mi‘raj) ke tempat yang lebih tinggi daripada seluruh Nabi, seperti Ibrahim, Musa, dan selain keduanya.” Selesai.

Ibnu Taimiyah juga berkata dalam “Al-Furqān bayna Awliyā’ ar-Raḥmān wa Awliyā’ asy-Syaithān” (hal. 11):

“Yang paling utama di antara Ulul ‘Azmi adalah Nabi Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, penutup para Nabi, imam orang-orang bertakwa, pemimpin seluruh anak Adam, dan imam para Nabi ketika mereka berkumpul, serta juru bicara mereka ketika mereka datang. Beliau adalah pemilik maqam mahmud (kedudukan terpuji) yang membuat iri baik orang-orang terdahulu dan yang kemudian, pemilik panji pujian (liwā’ al-ḥamd), pemilik telaga (ḥaudh) yang didatangi, pemberi syafaat bagi seluruh makhluk pada hari kiamat, pemilik wasilah dan keutamaan. Allah mengutusnya dengan kitab yang paling utama, menetapkan baginya syariat agama yang paling utama, dan menjadikan umatnya sebagai sebaik-baik umat yang dikeluarkan untuk manusia. Allah mengumpulkan untuk beliau dan umatnya berbagai keutamaan dan kebaikan yang sebelumnya tersebar pada umat-umat terdahulu. Mereka adalah umat terakhir dalam penciptaan, namun yang pertama dalam kebangkitan (atau pengumpulan di akhirat).” Selesai.

As-Subki berkata dalam “As-Saif al-Maslūl” (hlm. 500):

“Telah ditetapkan berdasarkan dalil Al-Qur’an, hadits sahih, dan ijma’ umat: bahwa beliau -shallallahu ‘alaihi wa sallam- adalah manusia yang paling mulia dan nabi yang paling utama.”
Selesai.

Dan Mahmud al-Alusi berkata dalam “Ghāyat al-Amānī fī ar-Radd ‘alā an-Nabhānī” (1/505):

“Keutamaan Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam- atas seluruh Nabi telah tetap berdasarkan nash-nash yang menunjukkan hal itu, seperti sabda beliau -shallallahu ‘alaihi wa sallam- :

أنا سيد ولد آدم ولا فخر

‘Aku adalah pemimpin anak Adam, dan ini bukanlah kesombongan.’”

“Dan sabdanya:

آتي باب الجنة فاستفتح فيقول الخازن: من أنت؟ فأقول: محمد، فيقول: بك أمرت أن لا أفتح لأحد قبلك

‘Aku mendatangi pintu surga lalu meminta dibukakan, maka penjaganya berkata: Siapa engkau? Aku menjawab: Muhammad. Ia berkata: Denganmu aku diperintahkan untuk tidak membukakan kepada siapa pun sebelummu.’

Dan pada malam Mi‘raj, Allah mengangkat derajat beliau di atas seluruh para nabi, sehingga beliau adalah yang paling berhak termasuk dalam firman Allah:

تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ مِنْهُمْ مَنْ كَلَّمَ اللَّهُ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَاتٍ

“Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat.”. (QS. Al Baqarah: 253)

Dan masih banyak dalil lainnya.” Selesai.

Kedua:

Nabi Musa -shallallahu ‘alaihi wa sallam- adalah Kalimullah (yang diajak berbicara langsung oleh Allah), termasuk golongan Rasul ulul ‘azmi. Allah Ta‘ala telah melebihkannya atas banyak Nabi dan memilihnya. Namun, kedudukan Nabi kita Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam- lebih tinggi dan lebih sempurna.

Ibnu Taimiyah berkata dalam Dar’u Ta‘arudh: ‘Dan Allah telah melebihkan Musa dengan keistimewaan berbicara langsung (dengan-Nya), dan hal itu diketahui secara pasti sebagai bagian dari ajaran agama kaum Muslimin, Yahudi, dan Nasrani.

Allah Ta‘ala berfirman:

إنا أوحينا إليك كما أوحينا إلى نوح والنبيين من بعده وأوحينا إلى إبراهيم وإسماعيل وإسحاق ويعقوب والأسباط وعيسى وأيوب ويونس وهارون وسليمان وآتينا داود زبورا* ورسلا قد قصصناهم عليك من قبل ورسلا لم نقصصهم عليك وكلم الله موسى تكليما 

النساء: 163-164

“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud. Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung. (QS. An Nisa’: 163-164)

Allah Ta‘ala juga berfirman:

تلك الرسل فضلنا بعضهم على بعض منهم من كلم الله

[البقرة: 253]

“Itulah para rasul; sebagian Kami lebihkan derajatnya atas sebagian yang lain. Di antaranya ada yang Allah berbicara langsung dengannya.” [Al-Baqarah: 253]

Dan firman-Nya juga:

ولما جاء موسى لميقاتنا وكلمه ربه قال رب أرني أنظر إليك قال لن تراني إلى قوله: قال يا موسى إني اصطفيتك على الناس برسالاتي وبكلامي

الأعراف: 143-144

“Ketika Musa datang pada pertemuan Kami dan Allah berbicara kepadanya, ia berkata: ‘Ya Tuhanku, perlihatkanlah Aku agar dapat melihat-Mu.’ Allah berfirman: ‘Kamu tidak akan dapat melihat-Ku.’ Hingga firman-Nya: ‘Wahai Musa, sesungguhnya Aku telah memilihmu atas manusia dengan (menugaskanmu) rasul-Ku dan (memberimu) perkataan-Ku.’” [Al-A‘raf: 143-144].

Selesai.

“Dan beliau berkata: *‘Musa termasuk dari orang-orang ulul ‘azmi yang agung dan termasuk orang-orang besar di kalangan Muslim. Telah diketahui bahwa Musa bin ‘Imran عليه السلام termasuk orang-orang terbaik yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Kemudian Allah Ta‘ala memberikan kepada Musa keistimewaan melebihi sekadar keridhaan, ketika Allah berfirman:

وألقيت عليك محبة مني ولتصنع على عيني

[طه: 39]

“Dan Aku menaruh cinta-Ku kepadamu, maka laksanakanlah apa yang Kauperintahkan di hadapan-Ku.” [Thaha: 39].”

Selesai dari Al-Fatawa al-Kubra (2/397), dengan ringkasan.

Dan terkait batalnya perkataan bahwa Musa –‘alaihis salam- berharap menjadi dari umat Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, silakan melihat jawaban pertanyaan nomor: (258493).

Ketiga:

“Perkataan yang disebutkan dalam pertanyaan ini tidak memiliki dasar dalam kitab-kitab Sunnah dan riwayat yang shahih. Kami hanya menemukan penyebutannya dalam sebuah kitab belakangan yang disebut ‘Nuzhat al-Majalis wa Muntakhab al-Nafa’is’ karya Abd al-Rahman al-Safuri [wafat 894 H], di dalamnya (2/68) disebutkan:
‘Musa –‘alaihis salam- berkata: “Ya Tuhanku, aku adalah yang diajak bicara-Mu (Kalim-Mu), dan Muhammad adalah kekasih-Mu (Habib-Mu). Apa bedanya antara Kalim dan Habib?” Allah berfirman: “Kalim bekerja demi keridhaan Tuhannya, sedangkan Habib membuat Tuhannya ridha kepadanya. Kalim mencintai Allah, sedangkan Habib dicintai Allah. Kalim datang ke Gunung Sinai lalu berbicara dengan-Ku, sedangkan Habib tidur di tempat tidurnya lalu dibawa Jibril ke hadapan-Ku dalam sekejap mata, sesuatu yang tidak pernah dicapai makhluk lain.” Selesai.

Dan kitab ini tidak dapat dijadikan rujukan untuk periwayatan; ia bukan termasuk kitab musnad maupun kitab yang meneliti riwayat yang shahih, bahkan juga bukan termasuk perkataan yang sahih. Di dalamnya terdapat banyak hal serupa dengan kitab-kitab adab dan berita belakangan, yang dipenuhi kemungkaran, kebatilan, dan kisah palsu.

Dan silakan merujuk pada peringatan tentang kitab ini – Nuzhat al-Majalis – bahkan ada ulama yang mengharamkan membacanya: ‘Kutub yang diwaspadai oleh para ulama’ oleh Syaikh Mashhur Hasan Salman (hlm. 19-20).
Tidak diragukan bahwa dalam riwayat ini terdapat ghuluw (berlebihan) dan paksaan dalam menonjolkan perbedaan antara Nabi Allah Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan Nabi Allah Musa –‘alaihis salam- yang diajak bicara, dengan cara yang tidak diperlukan dan tidak ada dalilnya.”

Dan cukup untuk membatalkan ucapan itu bahwa ia dikaitkan dengan Rabbul ‘Alamin, padahal tidak ada sanad yang sahih, tidak pula hasan, bahkan bukan sanad dha’if, melainkan tidak ada sanad sama sekali!!
Dan hal itu sudah cukup menjadi bukti batilnya ucapan tersebut, haram meriwayatkannya, dan salah jika dikaitkan dengan Allah Ta‘ala.
Cukuplah bagi seseorang untuk berhenti pada apa yang telah Allah dan Rasul-Nya -shallallahu ‘alaihi wa sallam- tetapkan, tanpa menambah-nambah dengan paksaan, sastra ramalan para dukun, atau perkataan-perkataan yang dibuat-buat dan tidak perlu.

Wallahu A’lam.

Rujukan

Iman kepada para Rasul

Refrensi

Soal Jawab Tentang Islam

at email

Buletin

Daftarkan email Anda untuk menerima buletin dari situs Tanya Jawab Tentang islam

phone

Aplikasi Tanya Jawab Tentang Islam

Akses lebih cepat ke konten dan kemampuan menjelajah tanpa internet

download iosdownload android