Hukum memanfaatkan kecerdasan buatan dalam penulisan tugas akademik

Pertanyaan: 507192

Apakah mahasiswa boleh menggunakan aplikasi kecerdasan buatan (AI) Chat GPT untuk membantu dalam penulisan kode-kode pemrogaman yang berkaitan dengan tugas universitas sebagai bentuk penelitian dan pembelajaran ? apakah ini bisa dianggap seperti mesin pencarian google jika dimanfaatkan untuk melakukan penelitian ?

Teks Jawaban

Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Rasulullah, wa ba'du:

Pertama:

Tidak ada salahnya menggunakan kecerdasan buatan selama hal itu memberikan manfaat, karena melakukan hal-hal yang bermanfaat, prinsip dasarnya adalah boleh (ibahah), sebagaimana firman allah ta’ala:

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعا

البقرة /29

(Dialah (Allah) yang menciptakan segala yang ada di bumi untukmu,) al-Baqarah /29.

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ

الأعراف /32

(Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapakah yang mengharamkan perhiasan (dari) Allah yang telah Dia sediakan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik-baik? Katakanlah, ‘Semua itu adalah untuk orang-orang yang beriman (dan juga tidak beriman) dalam kehidupan dunia, (tetapi ia akan menjadi) khusus (untuk mereka yang beriman saja) pada hari Kiamat.’”) al-A’raf /32.

Syeikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan: “diantara kaidah yang ditetapkan oleh para ulama menyatakan: “prinsip dasar tentang benda dan manfaat adalah halal dan boleh kecuali ada dalil yang menyatakan keharamannya, sumber kaidah ini adalah nash-nash dari al-Qur’an dan Hadis.

Sumber dari al-Quran adalah firman Allah ta’ala:

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعا

البقرة /29

(Dialah (Allah) yang menciptakan segala yang ada di bumi untukmu,) al-Baqarah /29.

Dan dari Hadis adalah diantaranya;

sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

إن الله تعالى فرض فرائض فلا تضيعوها، وحد حدوداً فلا تعتدوها، وسكت عن أشياء رحمة بكم غير نسيان فلا تبحثوا عنها

”Sesungguhnya Allah telah menetapkan berbagai kewajiban, maka janganlah kalian menyia-nyiakan kewajiban itu. Dia telah menetapkan batasan-batasan hukum maka janganlah kalian melampuinya. Dia telah mengharamkan beberapa hal maka janganlah kalian melanggarnya. Dan Allah subhanahu wa ta’ala juga mendiamkan beberapa perkara sebagai bentuk rahmat (kasih sayang) bagi kalian bukan karena lupa, maka janganlah kalian membahasnya(mencari–cari hukumnya).“

Beliau menyampaikan bahwa “yang tidak disebutkan, maka dimaafkan”, akhir kutipan dari “majmou’ al-fatawa Ibnu ‘Utsaimin” (12/169).

Kedua:

Penggunan kecerdasan buatan (AI) dalam penulisan kode-kode pemograman yang berkaitan dengan tugas-tugas universitas, sepertinya tidak diperbolehkan; hal itu karena tujuan dari penugasan adalah untuk melatih mahasiswa, mengukur kemampuannya, dan mengevaluasi penguasaanya terhadap materi pembelajaran. Mengandalkan kecerdasan buatan dalam hal ini membuat tujuan-tujuan tersebut tidak bisa tercapai, hal tersebut sama  hanya seperti mencontek kode-kode dari temannya; karena minimnya usaha yang dilakukan, dan hal itu lebih condong pada perilaku curang dari pada melakukan penelusuran di mesin pencarian google atau lainya, dan jika seseorang melakukan pencarian di google dan mengambil “tugas” tertulis, maka itu merupakan perilaku curang, karena minimnya usaha sendiri yang semestinya dikerjakan, demikian juga halnya dalam kasus ini.

Dan apabila timbul keraguan atau ketidakjelasan, maka seharusnnya menanyakan kepada pengajar materi, apakah diperkenankan atau tidak mengerjakan tugas dengan mengandalkan  kecerdasan buatan ?

Wallahu a’lam.

Rujukan

Refrensi

Soal Jawab Tentang Islam

at email

Buletin

Daftarkan email Anda untuk menerima buletin dari situs Tanya Jawab Tentang islam

phone

Aplikasi Tanya Jawab Tentang Islam

Akses lebih cepat ke konten dan kemampuan menjelajah tanpa internet

download iosdownload android