Seorang Musafir Mendapati Seorang Imam Pada Akhir Shalatnya dan Ia Tidak Tahu Apakah Imam Ini Sholat Sempurna atau Shalat Qashar, Lalu Apakah Ia (Sebagai Makmum) Menyempurnakan atau Mengqashar ?

Pertanyaan 219861

Saya telah melakukan perjalanan (musafir), lalu saya melaksanakan salat Zuhur berjamaah sementara mereka sudah berada pada tasyahud akhir. Saya tidak tahu apakah mereka menyempurnakan salat (empat rakaat) atau mengqashar (dua rakaat), maka saya pun mengqashar salat tersebut.

Kemudian ada jamaah lain yang sedang melaksanakan salat Magrib. Saya menunggu hingga tersisa rakaat terakhir Magrib, lalu saya ikut bersama mereka dengan niat salat Isya dan saya juga mengqashar salat tersebut. Apakah yang saya lakukan itu benar?

Teks Jawaban

Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Rasulullah, wa ba'du:

Pertama:

Jika seorang musafir ragu-ragu, apakah orang yang di depannya sebagai musafir juga atau sebagai orang mukim ?, maka hal ini tidak terlepas dari dua hal:

  1. Adanya suatu indikasi (qarinah) yang menunjukkan bahwa imam sedang dalam safar, seperti masjid-masjid yang berada di jalur perjalanan, atau di bandara, atau keadaan imam serta barang bawaannya yang menunjukkan bahwa ia sedang bepergian. Dalam keadaan seperti ini, seorang musafir boleh mengqashar salat berdasarkan indikasi tersebut.
  2. Apabila tidak terdapat indikasi yang menunjukkan bahwa imam adalah seorang musafir, maka dalam keadaan ini seorang musafir harus menyempurnakan salatnya ketika bermakmum kepada imam tersebut.

Telah ada pada Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah (29/187):

Madzhab Hanabilah menyebutkan bahwa: barang siapa bertakbir (memulai salat) bersama imam yang ia sangka sebagai orang mukim, atau ia ragu tentang statusnya, maka ia wajib menyempurnakan salatnya, meskipun imam tersebut mengqashar salatnya; hal ini berdasarkan niat.

Namun apabila kuat dugaan baginya—berdasarkan suatu dalil/indikasi—bahwa imam tersebut adalah musafir, maka ia boleh berniat qashar dan mengikuti imamnya; sehingga ia mengqashar ketika imam mengqashar dan menyempurnakan ketika imam menyempurnakan. Selesai.

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin -rahimahullah- juga pernah ditanya: “Bagaimana hukumnya ketika saya datang ke masjid dan mendapati imam sudah berada pada tasyahud akhir, lalu saya ikut bersamanya hingga ia salam, sementara saya tidak tahu apakah ia menyempurnakan salat empat rakaat atau mengqasharnya?”

Beliau -rahimahullah- menjawab: “Dalam keadaan seperti ini, yang diperhatikan adalah kondisi yang tampak. Karena apa yang engkau sebutkan itu terjadi di sebagian masjid; seseorang melewati masjid di perjalanan lalu mendapati sekelompok orang sedang salat, atau di bandara ia mendapati orang-orang sedang salat, lalu ia ragu apakah mereka mukim atau musafir.

Maka hendaknya ia melihat pada kondisi yang tampak. Jika yang tampak dari orang tersebut adalah bahwa ia seorang musafir—seperti tasnya berada di hadapannya dan ia mengenakan pakaian perjalanan—maka ia dianggap musafir. Namun jika tidak ada sesuatu pun yang lebih kuat bagimu, maka sempurnakanlah (salat), karena hukum asalnya adalah menyempurnakan.” (Dikutip dari “Liqa’ al-Bab al-Maftuh” – Ibnu ‘Utsaimin)

Atas dasar inilah maka, berkaitan dengan shalat tersebut yang telah anda lakukan secara qashar, dan anda tidak tahu keadaan orang (imam) di mana anda shalat di belakangnya, apakah ia shalat qashar atau tidak ?, maka untuk lebih berhati-hati agar anda mengulanginya sekarang dengan sempurna empat raka’at, kecuali di sana terdapat indikasi yang menunjukkan bahwa imam tersebut sebagai musafir maka shalat anda benar.

Kedua:

Telah dijelaskan sebelumnya dalam jawaban pertanyaan nomor (136938) bahwa seorang musafir boleh mengqashar salat Isya menjadi dua rakaat ketika bermakmum kepada orang yang sedang melaksanakan salat Magrib, dan ia juga boleh menyempurnakannya menjadi empat rakaat.

Wallahu A’lam.

Rujukan

Salat orang yang sedang safar

Refrensi

Soal Jawab Tentang Islam

Previous
Berikutnya
at email

Buletin

Daftarkan email Anda untuk menerima buletin dari situs Tanya Jawab Tentang islam

phone

Aplikasi Tanya Jawab Tentang Islam

Akses lebih cepat ke konten dan kemampuan menjelajah tanpa internet

download iosdownload android